Ibu Kota Belum Ramah pada Warga Berkebutuhan Khusus



Paragraf Deduktif

Paragraf 3
Trian mencontohkan, banyak jalur pejalan kaki dibangun tanpa keramik bertekstur (guiding block). Kalaupun ada, keramik bertekstur dipasang tidak sesuai fungsi aslinya tetapi sebagai penunjuk arah tunanetra. Keramik bertekstur di Jalan KH Hasyim Ashari, Gambir, Jakarta Pusat, misalnya mengarah ke pohon besar. Adapun keramik bertekstur yang dipasang di trotoar di daerah Pancoran, Jakarta Selatan, mengarah ke galian serat optik.

Alasan :
Kalimat umum ada di depan  Trian mencontohkan, banyak jalur pejalan kaki dibangun tanpa keramik bertekstur (guiding block). Diikuti dengan kalimat penjelasan Kalaupun ada, keramik bertekstur dipasang tidak sesuai fungsi aslinya tetapi sebagai penunjuk arah tunanetra. Keramik bertekstur di Jalan KH Hasyim Ashari, Gambir, Jakarta Pusat, misalnya mengarah ke pohon besar. Adapun keramik bertekstur yang dipasang di trotoar di daerah Pancoran, Jakarta Selatan, mengarah ke galian serat optik.


Analisis

Observasi : Menurut Trian Airlangga, Sejumlah fasilitas publik dan fasilitas sosial, seperti taman, angkutan umum, dan jalur pejalan kakim yang dibangun di Ibu Kota tidak ramah terhadap warga berkebutuhan khusus,
Kesaksian : "Ini menunjukkan fasilitas dibangun tanpa melibatkan orang dengan berkebutuhan khusus. Baik orang yang merancang, memasang, menguji coba, maupun mengevaluasi tidak mengerti kebutuhan kaum disabilitas," tutur Trian. (Paragraf 5)

Autoritas : Ratna Diah Kurniati (Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta) mengakui pembangunan taman di DKI Jakarta belum memenuhi hak kaum disabilitas.

Hubungan Kasual

Paragraf 6
Sebab - Akibat - Sebab
Sebab : Hampir semua taman dan ruang terbuka hijau di Jakarta juga tidak ramah terhadap orang berkebutuhan khusus.

Akibat : Saat melintas di Taman Gandaria, Trian harus melangkah pelan dan meraba jalan dengan menggunakan tongkatnya.
Sebab : Taman Gandaria dibangun tanpa kelengkapan keramik bertekstur, papan penanda dan penunjuk arah, serta fasilitas pengeras suara.


Tulisan ini dibuat untuk memenuhi Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2.

0 comments:

Makasi atas komentarnya.

Tayangan Televisi Mengikuti Selera Pasar






Paragraf Induktif
Paragraf 9 : Di samping itu, setiap stasiun televisi memiliki pangsa pasar masing-masing berdasarkan latar belakang ssial yang berbeda-beda.
Alasan : Karena kalimat selanjutnya menjabarkan penjelasan dari kalimat tersebut. Ishadi mengatakan, hendaknya penilaian jangan dipukul rata sesuai standar dari kalangan ekonomi atau pendidikan tertentu.  Adapun kontrol dari pemerintah tetap berada dalam batas yang bisa dicerna penonton agar televisi swasta tidak kehilangan pemirsa

Analisis
Observasi : Idi Subandi Ibrahim (Pengamat Media). Pada paragraf 2 dan 4.
Pendapat : "Hal pertama yang harus diingat adalah pemirsa Indonesia belum memiliki iterasi media,"
Autoritas : Ishadi SK (Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia)

Hubungan Kasual
Paragraf 1
Sebab - Akibat
Sebab : Selera pasar yang belum tinggi masih dijadikan pembenaran bagi sebagian pengelola stasiun televisi untuk memproduksi tayangan yang kurang berkualitas.
Akibat : Pemirsa terpaksa menonton program-program acara yang menurut Komisi Penyiaran Indonesia bermutu rendah.


Sumber : Koran SINDO, 11 Maret 2016
Materi : http://www.kelasindonesia.com/2015/02/definisi-contoh-kalimat-deduktif-induktif-dan-campuran-dalam-bahasa-indonesia.html


Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill Bahasa Indonesia 2.

0 comments:

Makasi atas komentarnya.