Analisa Skripsi

1. ABSTRAK
Kamus pada telepon selular (Mobile), dibuat untuk semua kalangan khususnya para mahasiswa studi kesehatan sebagai sarana mendapatkan indormasi dengan mudah di mana saja tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Kamus telepon selular (Mobile) memiliki tampilan yang menarik, mudah digunakan dan juga dapat dijadikan suatu media belajar untuk menambah pengetahuan dan wawasan.
Pembuatan aplikasi ini menggunakan Eclipse java sebagai media penyimpanan data. Metode penulisan yang digunakan adalah analisis sistem, pengumpulan data, perancangan dan implementasi. Tahapan dalam pembuatan aplikasi ini yaitu, rencana untuk menentukan pembahasan penulisan, analisis untuk mendapatkan bahan dari berbagai sumber buku maupun artikel di internet, desain yaitu perancangan aplikasi yang akan dibuat, implementasi pembuatan aplikasi pada Eclipse dan uji coba pada telepon selular (Mobile) yang berbasis Android.
Dengan persiapan-persiapan di atas, aplikasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan untuk mendapatkan informasi dan juga menambah pengetahuan pengguna.

2. Tujuan Penelitian
  • Tujuan dari penulisan ini adalah untuk membuat aplikasi "Kamus Kedokteran" pada telepon selular (Mobile) berbasis Android khususnya Android versi 2.2 Froyo menggunakan Eclipse Java.
  • Untuk mempermudah mahasiswa dan mahasiswi studi kesehatan dalam mencari informasi istilah medis atau kedokteran dan dapat menambah pengetahuan pengguna dimana saja, kapan saja tanpa adanya batasan waktu.
  • Menghemat biaya pembelian kamus konvensional yang berbentuk buku yang harganya cukup mahal.

3. Manfaat Penelitian
  • Mempermudah dan mempercepat pencarian kata istilah kedokteran atau istilah medis
  • Tidak perlu membeli kamus konvensional yang harganya cukup mahal

4. Teori yang digunakan
  • Android
  • Eclipse
  • Java
  • XML
  • Basis data
  • Kamus Kedokteran
  • Struktur Navigasi
  • Flowchart
5. Metode Penelitian yang digunakan
Metode pustaka, tahap-tahap penulisan :
  • Tahap rencana (Planning) yaitu menentukan pembahasan dalam penulisan serta perencanaan pembuatan aplikasi
  • Tahap analisa (Analysis) pada tahap ini penulis melakukan pencarian informasi yang dibutuhkan seperti software yang digunakan dan data yang dibutuhkan
  • Tahap design (Design) pada tahap ini penulis memulai dengan membuat struktur navigasi dan alur program, lalu pembuatan tampilan aplikasi (interface) dari mulai halaman menu, pencarian dan profil. Dan menentukan perancangan basis data.
  • Tahap implementasi (implementation) pada tahap ini penulis membangun aplikasi ke dlaam program yang digunakan, setelah itu dilakukan uji cobba dengan memasang aplikasi ke dalam telepon selular (mobile).
6. Hasil Penelitian
Halaman Menu


Halaman Pencarian


Halaman Profil

7. Kesimpulan
Dari hasil uji coba aplikasi yang telah dilakukan baik pada emulator Android ataupun pada telepon selular (mobile), dapat disimpulkan bahwa program dapat berjalan dengan cukup baik. Dapat diinstal dan dijalankan pada telepon selular (mobile) yang berbasis sistem operasi Android versi 2.2 froyo atau versi yang lebih baru lagi. Kelebihan aplikasi ini adalah memberikan kemudahan kepada pengguna dalam pencarian kata istilah kedokteran atau istilah medis walaupun pengguna hanya memasukkan huruf depan untuk mendapatkan arti dari istilah kedokteran atau istilah medis tersebut.

Sumber : library.gunadarma.ac.id
Title:APLIKASI KAMUS KEDOKTERAN BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN ECLIPSE JAVA
Student ID:10108460
Author:CHANDRA ARIANUS SIBERO
ePaper Number:FILKOM/KA/SKRIPSI/01061/2013
Supervisor:Prof. Dr. dr. Johan Harlan., SSi., MSc
Published:2013-03-23
Upload:2013-11-14 13:44:06
Category:SKRIPSI
Faculty:Ilmu Komputer
Science:Sistem Informasi

0 comments:

Makasi atas komentarnya.

Karangan Argumentasi : Android Studio vs Eclipse

Di luar sana ada banyak program untuk android developer. Netbeans, Eclipse dan Android Studio. Semua program sudah saya coba untuk membuat app (memenuhi tugas PI). Android Studio adalah editor yang dikembangkan oleh Google. Namun, dalam pengerjaannya, Android Studio membutuhkan spek Laptop/Komputer yang cukup tinggi. Saya menginstall Android Studio versi 1.3, bukan 2.0 ke atas yang merupakan versi terbarunya karena 2.0 terbilang sangat berat untuk dijalankan di Notebook saya (Core duo, Ram 1GB). Meskipun sudah menggunakan versi 1.3, laptop saya masih kesulitan untuk rendering.

Android Studio VS Eclipse

Android Studio
Android Studio adalah pengembangan dari Eclipse, maka tentunya memiliki banyak fitur-fitur baru dibandingkan penduhulunya, Eclipse. Bedanya, Android Studio memakai Gradle untuk buid environmentnya.

Fitur-fitur :
1. Memakai Gradle-based build system yang fleksibel
2. Dapat mem-build multiple apk
3. Tersedianya template support untuk Google Services serta untuk tipe-tipe perangkat lainnya.
4. Tampilan editor yang lebih baik dan bagus.
5. Google Cloud Platform built-in support, maka akan memudahkan untuk diintegrasikan dengan Google
6. Cloud Messaging dan App Engine

Dari sisi build Android Studio lebih unggul dibandingkan Eclipse, karena memakai Gradle.

Eclipse
Jika pada Eclipse kita biasa menggunakan nama Workspace, maka di Android Studio workspace di sebut dengan Project. Sedangkan Project di Android Studio dinamakan dengan Module.

Kesimpulan
Salah satu alasan saya tidak menggunakan Android Studio adalah karena Android Studio terlalu banyak memakan memori saat dijalankan (saya hanya menambahkan API 23 tapi memakan 30GB dari memori Local Disk C di laptop saya!). Namun, Android Studio lebih nyaman dipakai dibandingkan Eclipse bagi semua Android Developer. Ditambah lagi, Google memilih untuk meninggalkan ADT dan mengembangkan Android Studio. Tapi kalo laptop ga memenuhi syarat minimal spek gunakanlah Eclipse yang lebih ringan dibandingkan Android Studio.

Bagaimana menurut kalian para Android Developer? Android Studio atau Eclipse?

Referensi : twoh.co


Author : Me, Myself

0 comments:

Makasi atas komentarnya.

Karangan Persuasif : Ayo Mewarnai!

Belakangan ini muncul tren baru mewarnai gambar untuk orang dewasa. Tapi tentu aja buku mewarnai yang digunakan ini berbeda dengan buku mewarnai untuk anak-anak. Buku mewarnai untuk orang dewasa ini memiliki desain yang lebih detail dan ribet. Kegiatan mewarnai gambar ini sendiri diyakini bisa membantu untuk mengurangi tingkat stres bagi orang dewasa yang setiap harinya menghadapi berbagai kegiatan dan masalah hidup. Karena dengan mewarnai, otak kita jadi lebih fokus untuk mewarnai gambar dan melupakan masalah-masalah yang sedang dihadapinya,

Selain bisa mengurangi stres, kegiatan ini juga diyakini bisa membuat perasaan lebih tenang dan merangsang area otak yang berhubungan dengan keterampilan motorik, indra dan kreativitas. Sehingga membuat kita bisa lebih rileks dan tambah kreatif. Karena itulah di berbagai negara, buku mewarnai untuk orang dewasa menjadi trend.









Maaf belum ada perkembangan pada gambar ini (dari postingan sebelumnya)


Gimana? Tertarik untuk mencoba buku mewarnai bagi orang dewasa ini?

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas Softskill Bahasa Indonesia 2.

Author : Me, Myself

0 comments:

Makasi atas komentarnya.

Karangan Eksposisi : Cara Membuat Iced Coffee

Panas-panas gini enaknya minum yang dingin-dingin. Nah, disini akan dijelaskan cara membuat Iced Coffee untuk menemani harimu di cuaca yang panas. Sebelum itu, saya jelaskan dulu apa itu Iced Coffee, jangan salah pengartian dulu ya. Iced Coffee berbeda dengan Ice Coffee. Iced Coffee adalah kopi yang didinginkan kemudian di sajikan bersama kopi. Sedangkan Ice Coffee adalah kopi yang dihidangkan dengan ditambahkan es di dalamnya. Disinilah bedanya, Iced Coffee menggunakan Kopi yang sudah dibekukan berbeda dengan Ice coffee yang menggunakan es air biasa untuk penyajiannya.

Bahan :
2 sachet kopi (saya rekomendasikan satu kopi vanilla/latte dan yang satunya kopi coklat/mocha)

Alat :
Satu gelas

Cara pembuatan :
1. Seduh satu sachet kopi tersebut ke dalam gelas (kopi coklat/mocha).
2. Tunggu hingga dingin, kemudian tuangkan ke dalam wadah untuk membekukan kopi.

3. Setelah beku, seduh satu sachet kopi yang kedua ke dalam gelas yang lain (kopi vanila/latte).
4. Tunggu kopi tersebut menjadi hangat/adem.
5. Masukkan es kopi yang telah dibekukan ke dalam kopi yang sudah adem.



Kopi siap untuk dinikmati

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill Bahasa Indonesia 2.

Author : Me, Myself

0 comments:

Makasi atas komentarnya.

Karangan Narasi (Cerpen) : Razia Sekolah


Razia sekolah selalu datang tiba-tiba. Kalau kelas gue bukan kelas pertama yang diperika, itu bukan masalah. Masih ada waktu untuk menyembunyikan segala "benda pusaka" sebelum para anggota PKS (Patroli Keamanan Sekolah) tiba. Sialnya, razia kali ini kelas gue adalah kelas pertama yang diperiksa! Mana smartphone masih ada di tas pula! Gimana dong?! Para pencari harta karun (read : anggota PKS) nyarinya bener-bener teliti pula. Gak ada banyak pilihan tempat buat nyembunyiin nih smartphone. Temen-temen pada pasrah aja barang-barangnya diperiksa, diambilin dan ditanyain macem-macem.
"Gampang ngambil lagi kok, kan tinggal bawa orang tua doang buat ngambil tuh hape," kata Tika.

Kalian pasti setuju ama Tika, teman sebangku gue. Sebenernya gue nggak mikirin tuh hape kena razia atau diomelin orang tua karena dapet panggilan dari sekolah. Bukan! Itu mah gampang ga usah dipikirin! Masalahnya...gue takut kalau yang meriksa smartphone gue itu Ketua PKS! Gila aja! Nih Foto-foto di smartphone gue hampir 35% nya tuh foto dia (75% itu foto selfie dan alay gue). Ya udah pasrah aja, doa aja deh ke Tuhan.
"Semoga yang dapet jatah meriksa gue itu anggota PKS yang lain bukan si Ketua PKSnya sendiri. Amin," doa gue dalem hati (berkali-kali doanya, kaya lagi wirid).

Hah?! Kok kak Andi tiba-tiba bergeser ke barisan bangku gue? Tadi kan cuma berdiri doang ngawasin anak buahnya meriksa isi tas anak-anak sekelas. Kenapa malah kesini?! Padahal cuma wirid sebentar (gue tutup mata, biar khusu' doanya).
"De, buka tasnya! Keluarin semua isi tasnya di meja!" ucap Kak Andi. Tangan gue mulai berkeringet dingin, karena gue duduk di barisan kedua. Habis ini giliran gue yang diperika! Mampus gue! Jantung gue pun berdetak dengan cepet, keringet di dahi juga mulai ngucur tapi gue tetep ngeluarin isi tas gue.
"Tasnya jangan ditaro di lantai, taro di atas meja juga!" Sial! Padahal gue ngarep dia ga nyadar kalo gue sengaja ga naroh. Dengan tetep berdoa, gue taroh tas di atas meja. Berharap kalo dia cuma meriksa barang-barang di meja.

Tibalah giliran gue yang diperiksa. Dan benda pertama yang diperiksa adalah tas gue. Gue tatap tas gue dengan pandangan pasrah. Kak Andi langsung mendengus setelah nemuin smartphone gue. Dia langsung mencet tombol lock smartphone gue.
"Passwordnya?" Tanya Kak Andi. Gue langsung gambar password smartphone gue. Gue tunggu dengan pasrah ngeliatin benda pusaka gue di utak-atik ama Kak Andi. Berharap dia ga ketemu hidden galery di smartphone gue. Tiba-tiba Kak Andi langsung menyeringai sinis.
"Passwordnya?" Tanya Kak Andi lagi sambil nyodorin smartphone gue ke depan wajah gue. Sialan! Kok bisa nemu foldernya?! Ah, ya udahlah! Kasih tau aja! Anggap aja ini cara lain nembak cowo, dosa apa gue ini. Kan cuma nyimpen fotonya doang. Gue ketik password hidden folder dengan jari yang berkeringat dan sedikit gemetar. Gue pejamin mata gue dengan pasrah. Lima detik berlalu, tapi gak ada reaksi apa-apa. Gue buka mata gue perlahan sambil ngelirik kak Andi. Dia ngeliatin gue sambil nyengir ngeliatin gue yang pasrah. Dia masukin smartphone gue ke kantong celana dia, kemudian nulis di kertas. Lho kok? Bukannya barang razia di masukin ke karung yang ada tulisan "Confiscation Goods"? Kok dikantongin? Tiba-tiba Kak Andi ngasih secarik kertas ke tangan gue, setelah itu dia pindah ke meja di belakang gue. Gue buka kertas itu di bawah meja.







-Selesai-

Cerita hanya khayalan belaka. Semua kejadian yang mirip hanya kebetulan belaka. Kelanjutan cerita saya berikan kebebasan kepada pembaca untuk melanjutkan cerita.

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas Softskill Bahasa Indonesia 2.

Author : Me, Myself

0 comments:

Makasi atas komentarnya.

Karangan Deskripsi : Power Bank HAME T6


PowerBank Hame T6 mempunyai kapasitas 10000mAh 5V. Kapasitas sebesar itu bisa men-charge hape saya sebanyak 4-5 kali. Desain PowerBank ini terbilang sederhana namun terlihat elegan. Power Bank Hame T6 berwarna putih, dengan lampu indikator terletak di sebelah pojok kanan bawah yang ditandai dengan empat titik lampu. Untuk mengecek kapasitas yang tersisa di dalam Power Bank, cukup mengetukkan di bagian depan Power Bank tepat di tengah-tengahnya dan lampu akan menyala dengan warna nyalanya berwarna biru.
Power Bank ini mempunyai ukuran 13.5 X 7 CM beratnya 300 gram dengan ketebalan 1.5cm. Mempunyai slot kabel yang cukup kecil, sehingga membutuhkan kabel khusus untuk menggunakannya, seperti kabel USB telanjang. Apalagi saat pembeliannya tidak disediakan kabel khusus yang panjang, hanya kabel yang menempel di PowerBank yang berwarna merah.



Karangan deskripsi ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill Bahasa Indonesia 2.

Author : Me, Myself

0 comments:

Makasi atas komentarnya.